<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782</id><updated>2012-02-16T19:54:22.173-08:00</updated><title type='text'>GERAI DINAR MULIA</title><subtitle type='html'>GERAI DINAR MULIA

Kembalikan kemuliaan Islam dengan penggunaan Dinar, sudah waktunya dunia bertabur Dinar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782.post-4164577450129410553</id><published>2011-05-05T05:44:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T05:47:34.377-07:00</updated><title type='text'>Bobot Uang Kertas : Seperti Menimbang Jeruk Dengan Jeruk...</title><content type='html'>Sepanjang tahun 2011 ini Rupiah lagi luar biasa terhadap Dollar, sehingga di seluruh media yang memberitakan tentang ekonomi dan Rupiah tidak ada yang tidak sepakat bahwa Rupiah lagi kuat. Sayapun setuju bahwa Rupiah memang lagi kuat, tetapi setujunya saya ini dengan catatan bahwa pembandingnya adalah masih uang kertas lain  – khususnya  Dollar yang selama ini paling banyak dipakai sebagai pembanding. Lantas apa manfaat keperkasaan Rupiah ini bagi kita ?, Apakah barang-barang menjadi murah ?. Ternyata tidak, barang-barang khususnya kebutuhan pokok seperti bahan makanan tetap menjadi semakin mahal – bahkan setahun terakhir naik lebih dari 11 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan kiat memilih kata yang pernah saya tulis sebelumnya, memilih kata ‘Rupiah menguat’ atau ‘Rupiah melemah’ juga berpengaruh pada sikap yang akan kita ambil. Bayangkan bila Anda memegang otoritas moneter di negeri ini misalnya, bila persepsi Anda ‘Rupiah menguat’ dan penguatan Rupiah ini bisa membuat ekspor kita kalah bersaing – maka kebijakan apa yang Anda akan ambil ? pastinya adalah kebijakan yang melemahkan Rupiah atau setidaknya mengerem laju penguatannya – agar ekspor kita kembali bisa bersaing. Sebaliknya juga terjadi bila persepsi Anda ‘Rupiah melemah’, kebijakan Anda akan cenderung menguatkan Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana kita seharusnya memandang apakah Rupiah ini lagi kuat atau lagi lemah ?, seperti menimbang buah saja. Bila Anda membeli buah jeruk, maka anak timbangannya harusnya adalah anak timbangan baku yang beratnya sudah tertentu seperti logam kuningan dengan berat 1 kg, 0.5 kg dan seterusnya. Anda tentu tidak mau bila jeruk Anda ditimbang dengan jeruk lainnya, karena jeruk lain tersebut beratnya juga tidak tentu dan bisa menyusut pula. Barang yang beratnya tidak tentu, tidak bisa dipakai untuk menimbang berat barang lainnya – karena hanya akan bisa memberikan hasil yang relatif dan bukan hasil yang baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus uang kertas Rupiah dan Dollar, hasil ‘timbangan ‘ tersebut dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Bila Rupiah ditimbang dengan US$, maka telah terjadi penguatan sampai 21% sepanjang 2 tahun terakhir (garis merah). Tetapi bagaimana dengan ‘timbangan’ Dollar sendiri ?, ‘bobot’ Dollar yang sesungguhnya adalah daya belinya terhadap benda riil – saya gunakan emas karena daya beli emas yang terbukti baku sepanjang lebih dari 1400 tahun. Ternyata dalam dua tahun yang sama US$ ‘bobotnya’ menyusut sampai 39 % (garis hijau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bobot Uang Kertas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://geraidinar.com/images/apdep.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ‘jeruk’ yang satu yaitu Rupiah kelihatan naik sampai 21 % tetapi relatif terhadap ‘jeruk’ yang lain yang bobotnya turun sampai 39%. Untuk mengetahui berat ‘jeruk’ yang pertama Rupiah secara baku, maka dia tidak bisa ditimbang dengan ‘jeruk’ lainnya yaitu Dollar – Rupiah harus ditimbang dengan benda riil pula – ya contohnya kembali ke emas tadi. Dengan timbangan baku emas, kita tahu bahwa ‘berat’ baku Rupiah ternyata melemah sampai 26 % sepanjang dua tahun terakhir (garis kuning). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang menjelaskan mengapa harga-harga barang tetap naik meskipun seluruh media mengabarkan Rupiah lagi menguat. Bayangkan sekarang bila Anda misalnya sebagai pemegang otoritas moneter mengambil keputusan untuk ‘melemahkan Rupiah’ berdasarkan hasil timbangan ‘jeruk’ dengan ‘jeruk’ diatas – maka yang menjadi korban adalah daya beli masyarakat. Anda insyaallah akan dapat mengambil kebijakan yang lebih adil bila kebijakan Anda mengelola supply uang kertas berdasarkan ‘timbangan’ sesungguhnya yang bernilai baku – yaitu daya beli uang kertas terhadap benda-benda riil yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat – ini antara lain terwakili oleh harga emas diatas. InsyaAllah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4053358379515924782-4164577450129410553?l=geraidinar-mulia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/4164577450129410553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2011/05/bobot-uang-kertas-seperti-menimbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/4164577450129410553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/4164577450129410553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2011/05/bobot-uang-kertas-seperti-menimbang.html' title='Bobot Uang Kertas : Seperti Menimbang Jeruk Dengan Jeruk...'/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782.post-5525456788159673781</id><published>2010-07-18T02:08:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T02:10:33.048-07:00</updated><title type='text'>Harga Emas Dunia, Prediksi Jangka Pendek Dan Jangka Panjang, Oleh Muhaimin Iqbal    Selasa, 09 June 2009 07:56</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harga emas dunia sepekan terakhir menujukkan trend menurun seiring dengan menguatnya US$ yang di dashboard GeraiDinar.com diindikasikan dengan US$ Index. Saat ini index tersebut berada pada angka diatas 80 dibandingkan dua pekan lalu yang dikisaran 79.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya gunakan analisa teknis dari StockChart seperti dalam grafik disamping (klik dahulu grafiknya biar tampil lebih besar), maka murni berdasarkan analisa trend statistik penguatan US$ ini akan dapat berlangsung hingga beberapa pekan kedepan. Kalau mengikuti pola sebelumnya maka trend ini akan dapat mencapai kisaran 83 – lihat tanda lingkaran besar pada grafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu harga emas dunia dalam US$ berbading terbalik dengan kekuatan US$, maka ketika US$ trend-nya menguat – harga emas dunia dalam US$ menurun. Secara kasar dari grafik tersebut  dapat diprediksi bahwa bila US$ index mencapai angka 83, harga emas dunia akan berada di bawah US$ 900/oz. Tentu ini bila segala sesuatunya sama – ceteris paribus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun harga emas  dunia dalam US$ dalam jangka pendek turun, tidak berarti harga dalam Rupiah juga akan turun. Bila US$ menguat, Rupiah sebaliknya akan cenderung melemah – karena timbangan/pembandingnya naik. Jadi tergantung lebih besar mana penurunan harga emas tersebut dibandingkan dengan melemahnya Rupiah.  Bila Rupiah bisa bertahan seperti kondisinya sekarang (tetap), maka penurunan harga emas dunia tersebut baru akan diikuti dengan penurunan harga emas dalam Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan trend penurunan ini akan berlangsung ?, kembali perhatikan grafik – mulai dari pertemuan garis hitam mendatar dengan grafik naik turun dan gunakan imaginasi Anda. Insyaallah Anda akan dapat melihat segitiga terbalik, namun salah satu kakinya belum sempurna. Bila yang terbentuk nantinya adalah segitiga sama sisi – maka harga emas terendah akan tercapai dalam kisaran satu bulan kedepan; bila tidak maka bisa saja harga rendah ini akan berlangsung lebih lama – dua atau tiga bulan tetapi kemungkinan besar tidak akan lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;US Debt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harga emas dunia dalam US$ yang rendah ini tidak akan berlangsung lebih lama dari dua atau tiga bulan kedepan ?. Jawabannya ada di grafik kedua disamping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini grafik lain lagi yang menggambarkan kenaikan hutang Amerika sebagai pemilik US$. Anda perhatikan betapa hutang ini naik dengan begitu pesatnya dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan saat ini hutang tersebut telah mencapai 82.5% dari GDP mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya bila suatu bangsa hutangnya naik terus jauh melebihi pertumbuhan produksinya ?, dia akan mengalami gejala kebangkrutan. Secara fisik mungkin memereka tetap nampak perkasa, namun secara teknis mereka bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu negara kegedean hutang dan menuju kebangkrutan uangnya menjadi tidak bernilai. Bagi Anda yang bahasa Inggrisnya baik, dapat langsung mendengarkan skenario hyperinflasi-nya Amerika ini dari pakarnya yaitu Prof. Marc Faber di link ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya, harga emas dan otomatis Dinar dalam jangka pendek kemungkinan besar akan berada pada kisaran harga yang rendah dalam satu , dua atau maksimum tiga bulan mendatang. Maka Juni, Juli dan Agustus ini akan menjadi waktu yang baik untuk membeli Dinar. Setelah itu harga emas dunia dalam US$ dapat bergerak liar seiring dengan menurunnya nilai US$ , inflasi yang tinggi atau bahkan hyperinflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah-lah yang maha tahu akan apa yang terjadi kedepan, yang kita lakukan ini hanyalah  berusaha memahami fenomena statistik dan trend yang ada. Wa Allahu A’lam.&lt;br /&gt;Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:18&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4053358379515924782-5525456788159673781?l=geraidinar-mulia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/5525456788159673781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2010/07/harga-emas-dunia-prediksi-jangka-pendek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/5525456788159673781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/5525456788159673781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2010/07/harga-emas-dunia-prediksi-jangka-pendek.html' title='Harga Emas Dunia, Prediksi Jangka Pendek Dan Jangka Panjang, Oleh Muhaimin Iqbal    Selasa, 09 June 2009 07:56'/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782.post-6371947608787997495</id><published>2010-01-03T03:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T04:12:29.096-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/dinar-LM-only.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 308px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/dinar-LM-only.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengenal Dinar dan Dirham Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;posted by M. Iqbal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya pengunjung yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Maka perlu saya buat penjelasan yang sangat jelas bahwa Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut saya petikkan uraian dari buku saya (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamic Dinar &amp; Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia - With The Weight &amp; Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London) Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia - PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan &amp; dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4053358379515924782-6371947608787997495?l=geraidinar-mulia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/6371947608787997495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2010/01/mengenal-dinar-dan-dirham-islam-karena.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/6371947608787997495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/6371947608787997495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2010/01/mengenal-dinar-dan-dirham-islam-karena.html' title=''/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782.post-3447754319649502297</id><published>2009-11-22T23:33:00.001-08:00</published><updated>2009-11-22T23:34:11.559-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya…   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=82%3Amengelola-uang-berdasarkan-fungsinya&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=50" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=82%3Amengelola-uang-berdasarkan-fungsinya&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=50" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5nZXJhaWRpbmFyLmNvbS9pbmRleC5waHA/b3B0aW9uPWNvbV9jb250ZW50JnZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD04MjptZW5nZWxvbGEtdWFuZy1iZXJkYXNhcmthbi1mdW5nc2lueWEmY2F0aWQ9MTpsYXRlc3QtbmV3cyZJdGVtaWQ9NTA=" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=350,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;table class="contentpaneopen"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top"&gt;   &lt;span class="small"&gt;    Written by Muhaimin Iqbal  &lt;/span&gt;       &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Friday, 05 December 2008 06:56 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;   &lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/stories/fungsi1.png" alt="fungsi uang" title="Fungsi Uang" border="0" align="left" height="241" hspace="6" width="300" /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" class="Apple-style-span"&gt;Dalam teori ekonomi, uang memiliki tiga fungsi yaitu sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value) dan sebagai Satuan Perhitungan/Timbangan (Unit of Account).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Ketiga fungsi ini seharusnya melekat pada uang yang kita gunakan, namun penggunaan uang kertas justru tidak dapat memenuhi ketiga fungsi tersebut sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Uang kertas hanya berfungsi secara optimal sebagai Alat Tukar atau &lt;em&gt;Medium of Exchange&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;. Sebagai &lt;em&gt;Store of Value&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;, nilainya tergerus oleh inflasi dari waktu ke waktu. Karena nilainya yang terus menurun ini maka uang kertas juga tidak bisa secara konsisten dipakai sebagai &lt;em&gt;Unit of Account&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Kalau Anda memiliki rumah yang Anda beli 10 tahun lalu senilai Rp 400 juta; tanpa renovasi sekalipun sekarang nilainya diatas Rp 1 Milyar – maka dalam mata uang Rupiah seolah anda untung 150%; benarkah Anda untung ? darimana untungnya ? &lt;em&gt;lha wong&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; rumahnya ya tetap itu-itunya. Keuntungan semu ini terjadi karena bias &lt;em&gt;Unit of Account&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; yang Anda gunakan yaitu Rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Uang Emas/Dinar atau Perak/Dirham yang sebenarnya sepanjang sejarah ribuan tahun bisa memerankan tiga fungsi uang tersebut secara sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Namun karena rezim pemerintahan dunia&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;85 tahun terakhir hanya menggunakan uang kertas – dan bahkan 27 tahun terakhir melalui IMF melarang penggunaan emas sebagai referensi mata uang; maka Emas/Dinar dan Perak/Dirham belum bisa kita fungsikan sebagai uang dalam pengertian Alat Tukar atau &lt;em&gt;Medium of Exchange&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; secara optimal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dalam hal uang, kita yang hidup di zaman ini menghadapi situasi dilematis. Uang kita yang resmi yaitu Rupiah, Dollar dlsb. dapat secara efektif kita gunakan sebagai alat tukar saat ini, namun uang kertas ini tidak dapat memerankan fungsi &lt;em&gt;Store of Value&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; dan &lt;em&gt;Unit of Account&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;. Uang kertas hanya secara efektif memerankan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;1 dari tiga fungsi uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Di sisi lain kita juga memiliki uang Dinar dan Dirham yang sudah terbukti efektif memerankan ketiga fungsinya; namun secara legal tidak diakui sebagai Alat Tukar atau &lt;em&gt;Medium of Exchange&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;. Praktis Dinar dan Dirham baru bisa memerankan 2 dari tiga fungsi uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Lantas mana yang kita gunakan ?. Tergantung kebutuhan kita !.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Komposisi uang kertas dan Dinar Anda tergantung berapa banyak yang Anda butuhkan sebagai Alat Tukar dan berapa banyak pula yang dibutuhkan sebagai &lt;em&gt;Store of Value&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Prinsip sederhananya seperti yang terlihat di grafik terbut diatas, semakin dekat penggunaan uang Anda – semakin besar fungsi &lt;em&gt;Medium of Exchange&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; berperan. Semakin jauh penggunaannya, semkin besar fungsi &lt;em&gt;Store of Value&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;-nya yang dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Untuk jual beli saat ini, kita membutuhkan uang kertas – maka tidak dianjurkan untuk menukar uang kertas ini dengan Dinar – apabila uang tersebut akan Anda butuhkan dalam waktu dekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Sebaliknya untuk kebutuhan Anda jangka panjang seperti biaya masuk perguruan tinggi anak-anak, biaya pemeliharaan kesehatan hari tua, biaya pergi haji dlsb. Anda membutuhkan uang yang berfungsi efektif sebagai &lt;em&gt;Store of Value&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; – Dinar-lah jawaban praktisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Sebenarnya ada jawaban lain yang lebih baik; uang Anda tidak hanya efektif sebagi &lt;em&gt;Store of Value&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; tetapi juga menjadi &lt;em&gt;Growing Assets&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; – apabila Anda dapat berinvestasi di sector riil secara baik. Dalam hal ini ‘uang’ jangka panjang Anda dapat berupa pohon jati yang terus tumbuh, anak-anak sapi yang terus membesar, ayam dan itik yang semakin banyak, kebun-kebun yang semakin menghijau dslb.dlsb. Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;span class="article_separator"&gt; &lt;/span&gt;              &lt;div class="moduletable"&gt;      &lt;div&gt;Copyright © 2009 Gerai Dinar. All Rights Reserved.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://www.joomla.org/"&gt;Joomla!&lt;/a&gt; is Free Software released under the &lt;a href="http://www.gnu.org/licenses/gpl-2.0.html"&gt;GNU/GPL License.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4053358379515924782-3447754319649502297?l=geraidinar-mulia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/3447754319649502297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/mengelola-uang-berdasarkan-fungsinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/3447754319649502297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/3447754319649502297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/mengelola-uang-berdasarkan-fungsinya.html' title=''/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782.post-3657959210877892290</id><published>2009-11-22T23:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T23:32:05.262-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;Dinar Emas : 22 Karat atau 24 Karat- Kah ?   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=145%3Adinar-emas-22-karat-atau-24-karat-kah-&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=50" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=145%3Adinar-emas-22-karat-atau-24-karat-kah-&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=50" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5nZXJhaWRpbmFyLmNvbS9pbmRleC5waHA/b3B0aW9uPWNvbV9jb250ZW50JnZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD0xNDU6ZGluYXItZW1hcy0yMi1rYXJhdC1hdGF1LTI0LWthcmF0LWthaC0mY2F0aWQ9MTpsYXRlc3QtbmV3cyZJdGVtaWQ9NTA=" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=350,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;table class="contentpaneopen"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top"&gt;   &lt;span class="small"&gt;    Written by Muhaimin Iqbal  &lt;/span&gt;       &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Wednesday, 25 February 2009 06:44 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.geraidinar.com/images/dinarlm.gif"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/dinarlm.gif" alt="Dinar LM" title="Dinar LM" border="0" align="left" height="245" hspace="6" vspace="4" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui di kehidupan sehari-hari kita – dalam hal muamalah maupun dalam hal Ibadah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pedomannya sederhana menurut beliau yaitu untuk urusan ibadah – perhatikan yang diperintahkan dan dicontohkan oleh junjungan kita Muhammad Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam. Diluar yang diperintahkan dan dicontohkan ini – haram hukumnya dalam Ibadah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebaliknya dalam hal muamalah – perhatikan yang dilarang , diluar yang dilarang ini boleh hukumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah dalam menjawab banyak pertanyaan tentang kadar Emas dalam Dinar, kaidah yang kedua yang saya pakai karena ini bab muamalah. Dalam berbagai buku fiqih yang saya baca, saya tidak menemukan satupun rujukan Ayat Al-Qur’an atau Hadits yang berbicara masalah kadar/karat emas ini. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kalau toh ada pihak yang berusaha menjelaskan masalah ini, itu pendapat  yang bersangkutan yang bisa benar dan bisa pula salah. Sama juga dengan pendapat saya, bisa benar bisa salah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ulama kontemporer zaman ini Dr. Yusuf Al-Qaradawi –pun ketika secara panjang lebar membahas masalah Dinar dan Dirham dalam Kitab Fiqh Al Zakah (King Abdul Aziz University, 2000);&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;beliau tidak sedikitpun mengungkit masalah kadar emas dalam Dinar ini. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beliau hanya mengungkit masalah beratnya yaitu Hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam yang berbunyi kurang lebih&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;“ &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;Timbangan mengikuti yang digunakan penduduk Mekah, Takaran mengikuti yang digunakan penduduk Madinah”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dari hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam ini, dalam bahasannya Dr. Qaradawi menyimpulkan bahwa berat 1 Dinar atau 1 &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;Mithqal&lt;/span&gt;&lt;span&gt; adalah sama dengan 4.25 gram timbangan saat ini ; sedangkan berat 1 Dirham adalah 2.975 gram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kesimpulan yang antara lain didukung dengan hasil penimbangan Dinar yang diterbitkan pada jaman Khalifah Abdul Malik yang ada di musium ini ternyata juga sama beratnya dengan koin emas yang diterbitkan oleh kerajaan Byzantine.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena tidak adanya dalil yang mengatur masalah karat ini; maka saya menggunakan logika sejarah untuk memutuskan Dinar dengan kadar berapa yang disebar-luaskan oleh GeraiDinar. Perlu diingat bahwa GeraiDinar tidak membuat atau memproduksi Dinar sendiri – GeraiDinar hanya menyebar luaskan Dinar yang diproduksi oleh Mitra kita satu-satunya di Indonesia yaitu Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, TBK.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berikut adalah fakta-fakta sejarah yang dapat saya temukan:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="margin-top: 0in;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semasa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam masih hidup; beliau belum (memerintahkan ) mencetak Dinar Islam sendiri. Berarti Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam menggunakan Dinar yang diproduksi oleh dunia diluar Islam.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang ada sebelum Islam atau diluar Islam kemudian juga digunakan oleh beliau, maka&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ini menjadi ketetapan atau &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;taqrir&lt;/span&gt;&lt;span&gt; beliau – yang berati Dinar (uang emas) diluar Islam-pun boleh digunakan oleh umat Islam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dinar baru mulai dicetak di Kekhalifahan Islam pada jaman Kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan (41-60H) ; namun pada jaman itu uang emas dari Byzantine tetap juga digunakan bersama Dinar Islam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada jaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan (75 H-76 H) barulah beliau melakukan reformasi finansial, dimana hanya Dinar dan Dirham Islam yang dipakai di Kekhalifahan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sampai abad 19 koin-koin emas yang ada di dunia hanya berkadar antara 0.900 % – 0.9166 % atau yang paling mendekati adalah 22 karat ( 22 karat = 22/24 = 0.917%)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jadi dengan fakta-fakta tersebut, manakah yang lebih mendekati Dinar jaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam; 22 karat atau 24 karat ?. Insyaallah Dinar 22 karat yang lebih mendekati, maka inilah pilihan saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Baru dalam 2 abad terakhir ketika teknologi pemurnian emas sudah semakin baik, koin emas 24 karat mulai dibuat orang. Meskipun demikian tidak serta-merta koin emas yng ada di dunia lantas rame-rame dibuat dalam kadar 24 karat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika koin emas digunakan untuk keperluan jual beli sehari-hari (sebagai alat tukar), maka dibutuhkan kekokohan (&lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;durability&lt;/span&gt;&lt;span&gt;) yang tinggi –koin emas tersebut tetap dibuat dalam 22 karat. Sampai sekarang-pun koin emas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;American Eagle&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;British Britannias&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;South African Kruggerands&lt;/span&gt;&lt;span&gt; tetap dibuat dalam 22 karat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Demikian pula Dinar emas; yang diterbitkan di Malaysia oleh &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;Islamic Mint Malaysia,&lt;/span&gt;&lt;span&gt; di Dubai oleh e-Dinar dan di Indonesia oleh Logam Mulia juga menggunakan 22 karat karena intensinya memang Dinar emas ini suatu saat bisa menjadi Dinar emas yang aktif – yaitu sebagai alat tukar yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Memang ada koin emas&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang saat ini diproduksi dalam 24 karat seperti &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;Canadian Maples, Chinese Pandas &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;Australian Nuggets&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, termasuk juga beberapa produksi Logam Mulia – tetapi koin-koin semacam ini tidak pernah dimaksudkan menjadi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;alat tukar aktif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Meskipun pendapat saya ini cenderung untuk menggunakan Dinar 22 karat karena intensinya suatu saat akan menjadi mata uang yang aktif digunakan sehingga dibutuhkan koin yang &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;durable&lt;/span&gt;&lt;span&gt;; maka konsisten dengan kaidah diatas – saya juga tidak bisa menyalahkan pihak-pihak yang menggunakan Dinar 24 karat, lha wong saya nggak ketemu dalil yang melarangnya kok – apa hak saya untuk menyalahkannya ?. Lebih jauh lagi, kalau Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam saja mau menggunakan koin emas yang diproduksi oleh orang-orang diluar Islam – masa koin emas yang disalurkan saudara kita se Iman kita tolak ?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang penting kita harus jujur, kalau Dinar yang kita perkenalkan 22 karat – maka katakan demikian. Inilah sebabnya mengapa di sertifikat kita yang menyertai setiap koin Dinar – kita sebutkan kadar dan beratnya dengan jelas. Semata-mata untuk jujur dan transparan pada para pengguna.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kalau Anda sempat ke toko-toko emas di Mekah atau Medinah dan nanya Dinar, maka Anda akan diambilkan dalam genggaman tangan beberapa keping Dinar – tanpa sertifikat. Orang percaya begitu saja mungkin karena di Mekah atau Medinah, tetapi tahukah Anda berapa kadar emasnya ? Anda hanya bisa tahu kadarnya kalau di tes dengan &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;technology&lt;/span&gt;&lt;span&gt; tinggi seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;technology XRay&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang dimiliki oleh GeraiDinar dan Logam Mulia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lantas bagaimana bila di pasaran ada dua koin Dinar dengan karat yang berbeda ?. Saat ini tidak menjadi masyalah karena keduanya masih belum sepenuhnya aktif sebagai alat tukar; kedua koin lebih banyak berfungsi secara efektif sebagai &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;store of value&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bila keduanya akan mulai aktif sebagai alat tukar yang beredar di pasar, maka seperti kata&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ibnu Taimiyah – koin yang berkadar lebih tinggi akan dengan sendirinya menghilang dari pasar karena akan cenderung disimpan oleh pemiliknya atau diambil keuntungannya. Inilah mengapa di belahan dunia lainpun koin 24 karat memang tidak diarahkan untuk menjadi alat tukar yang aktif seperti yang saya berikan contohnya diatas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kelak pada waktunya kekhalifahan Islam berdiri tegak; Insyaallah semuanya mengikuti  satu standar yang sama – tetapi untuk saat ini belum ada yang berhak mengaku paling benar standarnya atau paling benar pemahamannya. Wallahu A’lam.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td class="modifydate"&gt;   Last Updated on Wednesday, 25 February 2009 07:17 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;span class="article_separator"&gt; &lt;/span&gt;              &lt;div class="moduletable"&gt;      &lt;div&gt;Copyright © 2009 Gerai Dinar. All Rights Reserved.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://www.joomla.org/"&gt;Joomla!&lt;/a&gt; is Free Software released under the &lt;a href="http://www.gnu.org/licenses/gpl-2.0.html"&gt;GNU/GPL License.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4053358379515924782-3657959210877892290?l=geraidinar-mulia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/3657959210877892290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/dinar-emas-22-karat-atau-24-karat-kah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/3657959210877892290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/3657959210877892290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/dinar-emas-22-karat-atau-24-karat-kah.html' title=''/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782.post-6704937398660861509</id><published>2009-11-22T22:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T22:59:52.403-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;Rupiah Dan Dollar Dari Kaca Mata Dinar…   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=148%3Arupiah-dan-dollar-dari-kaca-mata-dinar&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=50" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=148%3Arupiah-dan-dollar-dari-kaca-mata-dinar&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=50" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5nZXJhaWRpbmFyLmNvbS9pbmRleC5waHA/b3B0aW9uPWNvbV9jb250ZW50JnZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD0xNDg6cnVwaWFoLWRhbi1kb2xsYXItZGFyaS1rYWNhLW1hdGEtZGluYXImY2F0aWQ9MTpsYXRlc3QtbmV3cyZJdGVtaWQ9NTA=" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=350,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/M_images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;table class="contentpaneopen"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top"&gt;   &lt;span class="small"&gt;    Written by Muhaimin Iqbal  &lt;/span&gt;       &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Saturday, 28 February 2009 07:35 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;a href="http://www.geraidinar.com/images/rupiah.jpg"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/rupiah.jpg" alt="Rupiah" title="Rupiah" border="0" align="left" height="205" hspace="6" vspace="3" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" class="Apple-style-span"&gt;Pagi ini ketika saya melihat nilai tukar US$ di situs ini yang menunjukkan angka Rp 12,275 saya sempat kaget kok cepat amat memburuknya Rupiah. Kemudian saya lihat di situs BI, pada saat yang sama menunjukkan kurs tengah masih pada Rp 11,980 – agak lega saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Tapi kemudian saya cari lagi pembanding di BCA jual Rp 12,300 dan beli Rp 11,800; selisih jual beli yang sekitar 4% - mirip dengan selisih jual beli Dinar di GeraiDinar.Com – lagi-lagi membuat saya lega.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Masih juga saya penasaran, saya lihat di &lt;em&gt;Yahoo Finance&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; - ternyata rate GeraiDinar yang memang lebih &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; yaitu Rupiah berada pada angka Rp 12,275 per US$ di pasar internasional semalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Maka inilah realita itu, bahwa Agustus tahun lalu nilai Rupiah berada di kisaran Rp 9,200/US$ dan kini berada pada Rp 12,275/US$ - uang kita telah mengalami penurunan nilai sekitar 33% dalam 6 bulan terakhir !.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Padahal kalau uang tersebut kita tabung di bank, dalam 6 bulan bagi hasil yang kita terima hanya antara 3% – 4% saja; jadi tabungan kita di bank masih kehilangan daya beli sekitar 30% dalam 6 bulan terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Lantas salah siapa ini ?, kita sudah bekerja keras, menabung sebagian hasil kerja keras kita di bank dengan harapan cukup untuk biaya masa depan anak-anak dan hari tua kita – kok kehilangan daya beli 30 % begitu saja hanya dalam 6 bulan ?. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini, tetapi barangkali memang kita sendiri yang tidak cepat bereaksi dengan fenomena uang kertas yang nilainya relatif dan manipulatif ini. Kita juga sangat mudah lupa dengan pelajaran yang berulang kali sampai ke kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;a href="http://www.geraidinar.com/images/dollar.jpg"&gt;&lt;img src="http://www.geraidinar.com/images/dollar.jpg" alt="Dollar" title="US Dollar" border="0" align="left" height="205" hspace="6" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Sepuluh tahun lalu uang kita kehilangan nilai sekitar 75% dalam beberapa bulan tetapi kita tidak menjadikannya pelajaran; maka sekarang kita harus menanggung kehilangan lagi hampir separuh (33 %) dari kehilangan 10 tahun lalu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Perlu diingat bahwa perbandingan angka-angka tersebut masih Rupiah dibandingkan dengan US Dollar – yang keduanya tidak bisa mencerminkan nilai daya beli yang baku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Lebih buruk lagi kalau angka-angka tersebut kita bandingkan terhadap daya beli yang baku yaitu emas atau Dinar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Dalam sepuluh tahun terakhir saja – bila diukur dengan Dinar – Rupiah telah kehilangan nilai daya belinya sebesar 83%, lihat grafik diatas. Dollar yang sering dianggap perkasa-pun tidak terlalu jauh berbeda, pada periode yang sama US$ kehilangan daya beli sebesar 71%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt;Lantas bagaimana solusinya agar asset kita tidak rusak nilainya ditengah realita bahwa kita juga masih butuh uang kertas untuk alat tukar kita sehari-hari ?. Salah satu solusinya adalah lihat tulisan saya tentang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=82:mengelola-uang-berdasarkan-fungsinya&amp;amp;catid=1:latest-news&amp;amp;Itemid=50"&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;"&gt;Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Helvetica;"&gt; (05/12/08), mudah-mudahan bermanfaat. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td class="modifydate"&gt;   Last Updated on Saturday, 28 February 2009 07:48 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;span class="article_separator"&gt; &lt;/span&gt;              &lt;div class="moduletable"&gt;      &lt;div&gt;Copyright © 2009 Gerai Dinar. All Rights Reserved.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://www.joomla.org/"&gt;Joomla!&lt;/a&gt; is Free Software released under the &lt;a href="http://www.gnu.org/licenses/gpl-2.0.html"&gt;GNU/GPL License.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4053358379515924782-6704937398660861509?l=geraidinar-mulia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/6704937398660861509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/rupiah-dan-dollar-dari-kaca-mata-dinar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/6704937398660861509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/6704937398660861509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/rupiah-dan-dollar-dari-kaca-mata-dinar.html' title=''/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4053358379515924782.post-4325935726965353069</id><published>2009-11-22T22:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T22:54:56.979-08:00</updated><title type='text'>Menabung Dinar Menjadi Semakin Mudah Dengan M-Dinar Saving Account…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geraidinar.com/images/md.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 178px;" src="http://www.geraidinar.com/images/md.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Sejak pertama kali kami memperkenalkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://geraidinar.com/2008/02/mengenal-dinar-islam.php"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Dinar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt; emas sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai (kelak insyaallah dengan sendirinya akan menjadi alat tukar), tidak hentinya kami bekerja keras untuk terus menghasilkan applikasi-apllikasi yang mudah dalam menggunakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://geraidinar.com/2008/02/mengenal-dinar-islam.php"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Dinar emas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=113:m-dinar-dan-peluang-yang-hadir-bersamanya&amp;amp;catid=1:latest-news&amp;amp;Itemid=50"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Teknologi M-Dinar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt; yang kami perkenalkan awal tahun ini mendapatkan response yang amat baik meskipun penyempurnaan terus menerus tetap kami lakukan. Teknologi ini kini menjadi infrastruktur produk GeraiDinar yang baru hasil kolaborasi dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Dengan Tabungan M-Dinar yang kami perkenalkan kemarin, kini masyarakat yang ingin menabung Dinar dapat menggunakan sarana internet seperti account M-Dinar selama ini ataupun melalui tabungan fisik – yaitu menggunakan Buku Tabungan M-Dinar untuk mencetak posisi saldo, setoran, penarikan fisik Dinar dlsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Karena Tabungan M-dinar menggunakan konsep Aqad Mudharabah, penabung Dinar tidak dikenakan biaya penyimpanan atau biaya apapun. Bahkan nantinya setelah Dinar benar-benar berputar secara fisik mendanai kegiatan ekonomi sektor riil, penabung M-Dinar akan mendapatkan bagi hasilnya dalam bentuk Dinar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Bagi masyarakat yang menggunakan internet untuk mengakses Tabungan M-Dinar, saat ini sudah bisa dilakukan dari mana saja asal ada akses internet. Pendaftaran keanggotaan/calon anggota Koperasi BMT Daarul Muttaqiin – sebagai syarat untuk dapat menabung di Tabungan M-Dinar&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;dapat dilakukan dengan mendaftar melalui fasilitas yang sama dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=126:m-dinar-bagaimana-mulai-menggunakannya&amp;amp;catid=1:latest-news&amp;amp;Itemid=50"&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;pendaftaran M-Dinar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;. Bagi yang sudah mendaftar di M-Dinar sebelum adanya Tabungan M-Dinar ini, Anda tidak perlu mendaftar ulang karena data Anda sudah ada di kami – cukup memberitahu kami saja bahwa account M-Dinar Anda dimasukkan kedalam M-Dinar &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;Saving Account&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Bagi masyarakat yang tidak menggunakan internet melainkan tabungan fisik, saat ini dapat langsung datang ke kantor Koperasi BMT Daarul Muttaqiin di Jl. Kelapa Dua Raya 189 (d/h Jl. RTM) , Kelapa Dua – Tugu- Cimanggis – Depok 16951. Setelah mengisi formulir yang disediakan, Insyaallah Anda akan langsung dapat memperoleh buku Tabungan M-Dinar Anda. Buku Tabungan M-Dinar juga bisa diberikan kepada anggota yang menabung melalui internet, namun karena harus ada spesimen tanda tangan di buku tabungan – maka untuk sementara Anda harus datang ke kantor Gerai Dinar tersebut diatas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Untuk penyebar luasan Tabungan M-Dinar ini kami mengundang Koperasi-koperasi atau BMT-BMT yang berminat untuk bekerja sama dengan kami dalam melayani anggota Anda sehingga anggota Anda juga dapat memiliki Tabungan M-Dinar ini. Manfaat bagi anggota Anda adalah mereka akan dapat  menukar tabungan Rupiah mereka ke dalam dalam bentuk Tabungan Dinar Emas yang daya belinya terbukti mampu bertahan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=46:saatnyakambing&amp;amp;catid=1:latest-news&amp;amp;Itemid=50"&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;selama lebih dari 1400 tahun&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Manfaat bagi Koperasi/BMT – pun akan dapat dirasakan langsung yaitu Koperasi/BMT Anda menjadi Koperasi/BMT yang memiliki produk unggulan Tabungan Dinar emas yang tidak dimiliki oleh dunia perbankan sekalipun. Dengan tabungan M-Dinar ini Koperasi/BMT Anda akan mampu menarik minat anggota/penabung untuk lebih serius menabung di Koperasi/BMT Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Selain itu&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Koperasi/BMT Anda akan mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;ujroh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;/fee dari penjualan Dinar sebagai masukan tambahan bagi Koperasi/BMT yang ujungnya juga akan kembali pada anggota. Prosedur bagaimana anggota Koperasi/BMT menggunakan Tabungan M-Dinarnya untuk Membeli Dinar dari Gerai Dinar akan kami jelaskan dalam tulisan berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Bagi Anda yang di lingkungan tempat tinggal atau tempat kerjanya belum ada Koperasi atau BMT yang dapat memfasilitasi Tabungan M-Dinar ini, Anda bersama tetangga/teman sekerja Anda insyaallah dapat dengan mudah mendirikan sendiri Koperasi/BMT yang siap bergabung dengan jaringan M-Dinar ini. Insyaallah kami dapat memandu &lt;span style="font-style: italic;" class="Apple-style-span"&gt;step by step&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt; pendirian BMT ini termasuk memberikan pelatihan sekaligus menyediakan infrastruktur teknologinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Dengan berbagai solusi tersebut, maka insyaallah masyarakat dari Sabang sampai Merauke kini bisa memiliki Tabungan M-Dinar melalui salah satu cara yang paling sesuai diantara cara-cara berikut&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: -24px; margin-left: 0.5in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Melalui internet, syaratnya ada akses internet.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: -24px; margin-left: 0.5in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Melalui Koperasi/BMT yang sudah ada di lingkungan tempat tinggal/tempat kerja, syaratnya Koperasi/BMT tersebut menjalin kerjasama dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: -24px; margin-left: 0.5in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Melalui Koperasi/BMT baru yang didirikan di lingkungan tempat tinggal atau kantor Anda dengan bantuan atau kerjasama dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: -24px; margin-left: 0.5in;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Langsung ke Koperasi BMT Daarul Muttaqiin di Depok dengan alamat tersebut diatas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:12px;" class="Apple-style-span"  &gt;Insyaallah salah satu dari empat opsi tersebut diatas akan cocok untuk Anda…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4053358379515924782-4325935726965353069?l=geraidinar-mulia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/feeds/4325935726965353069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/menabung-dinar-menjadi-semakin-mudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/4325935726965353069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4053358379515924782/posts/default/4325935726965353069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geraidinar-mulia.blogspot.com/2009/11/menabung-dinar-menjadi-semakin-mudah.html' title='Menabung Dinar Menjadi Semakin Mudah Dengan M-Dinar Saving Account…'/><author><name>Alamat  Kantor :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06558891389277060994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
